Konawe,
Sultra Ekspress
Kurangnya sarana dan prasarana atau fasilitas yang dimiliki
Sekolah Menengah Atas menjadi isu penting yang tidak pernah ada henti-hentinya
untuk melengkapi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, bahkan pemerintah
telah mengeluarkan undang-undang pendidikan dan Permendiknas yang mengatur
standar, khususnya berkaitan dengan problematik sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang terbatas merupakan suatu kendala untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia seutuhnya, untuk itu diperlukan perhatian berupa bantuan, dan dengan adanya bantuan dari pemerintah diharapkan semangat guru dan siswa akan termotivasi dan hasilnya diharapkan maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Ironisnya salah satu
Sekolah di Kabupaten Konawe yang sudah lama berdiri, hingga saat ini terbilang
salah satu Sekolah Menengah Atas yang banyak menelurkan anak didik dan Guru
yang berprestasi dibidangnya. Sungguh sangat memprihatinkan karena menurut isu
yang beredar di masyarakat bukan 1 atau 2
saja yang pernah bekerja sebagai tenaga pendidik ( Guru ) di sekolah ini
yang sekarang sudah menjadi pejabat tinggi di kabupaten. Contoh yang nyata
adalah salah satu mantan Kepala Sekolah yang kini sekarang sudah menduduki jabatatan sebagai
Kepala dinas Pendidikan Konawe 2014
yaitu bapak H. Ridwan S.Sos.M.Si dan banyak lagi mantan tenaga pendidik
yang sudah menduduki jabatan penting di Kabupaten, tapi seakan menutup mata
dengan keberadaan sekolah tersebut karena minimnya sarana dan prasarana
dibidang keamanan sekolah yaitu pagar sekolah yang sudah berusia 15 tahun belum
pernah tersentuh atau di rehab dari Pemerintah setempat dan Instansi terkait.
‘’Pagar’’ Selain bisa
memberikan rasa nyaman dan aman dalam proses belajar menagajar, pagar Sekolah
juga bisa menjadi lambang atau semangat dari sekolah dalam memperkenalkan
sekolah kepada masyarakat luas dalam disiplin anak didik .
Pagar sekolah yang sudah berusia 15 Tahun hingga sampai saat ini
belum pernah tersentuh oleh pemerintah setempat hal ini banyak dikeluhkan oleh
masyarakat, guru dan orang tua murid yang sudah menyekolahkan dan mempercayakan
anaknya untuk bersekolah guna menjamin
setiap rasa aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar. Tapi kini hal yang berbeda terjadi orang tua
murid dan pihak sekolah merasa terganggu
oleh ulah orang yang tidak
bertaggung jawab yang menyulitkan pihak sekolah karena sering terjadi tindak
pidana pencurian alat kendaraan motor yang di parkir di garasi sekolah.
Pihak
Sekolah dalam hal tersebut sudah beberapa kali melaporkan kejadian tindak
pidana pencurian tersebut ke Pihak Kepolisian tapi kejadian yang sama masih
saja terulang disebabkan tidak semua sisi sekolah yang bisa ditutupi oleh pagar
alias pagar yang di gunakan adalah pagar kawat besi yang nota bene masih bisa
di lalui oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang mengancam kemanan dan
kenyamanan sekolah ‘’ Sering terjadi pencurian alat kendaraan
motor siswa kami, membuat kami merasa kewalahan, karena tidak semua sisi
disekolah kami di tutupi pagar, walau sebenarnya ada sebagian pagar yang
ditutupi, itupun hanya pagar kawat lama, padahal pagar sekolah ini sudah 15
tahun dan sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, juga
banyak sorotan dari orang tua siswa tentang keamanan sekolah karena itu kami
sangat ingin adanya bantuan pagar ‘’ Usman.
S.Pd Kepala Sekolah SMU 1 Lambuya.
‘’ Semua akan kita programkan tapi intinya dengan skala prioritas dan untuk di tahun 2014 untuk sekolah yang berada di poros dan di pingggir jalan semuanya harus di perbaiki ‘’ H. Ridwan Kepala Dinas Pendidikan di sela-sela acara pisah sambut Kepala Sekolah SMA 1 Pondidaha ketika di Konfirmasi wartawan. Mendengarkan hal tersebut terkait persoalan pagar yang di keluhkan oleh masyarakat dan orang tua siswa SMU 1 Lambuya, Kepala Dinas Pendidikan akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam membangun sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Konawe dalam memenuhi standar sarana dan prasarana seperti yang dikehendaki Permendiknas No 40 tentang Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK, serta berdasarkan masalah atau problematik yang berkaitan dengan fasilitas dalam rangka peningkatan mutu pendidikan ? (Sandy Prasetyo)