Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » 15 Tahun Pagar Tidak Tersentuh ?

15 Tahun Pagar Tidak Tersentuh ?

Posted by Sultra Ekspress on Minggu, 07 September 2014

Konawe, Sultra Ekspress

Kurangnya sarana dan prasarana atau fasilitas yang dimiliki Sekolah Menengah Atas menjadi isu penting yang tidak pernah ada henti-hentinya untuk melengkapi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, bahkan pemerintah telah mengeluarkan undang-undang pendidikan dan Permendiknas yang mengatur standar, khususnya berkaitan dengan problematik sarana dan prasarana.
Sarana dan prasarana yang terbatas merupakan suatu kendala untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia seutuhnya, untuk itu diperlukan perhatian berupa bantuan, dan dengan adanya bantuan dari pemerintah diharapkan semangat guru dan siswa akan termotivasi dan hasilnya diharapkan maksimal sesuai dengan yang diharapkan. 

Ironisnya salah satu Sekolah di Kabupaten Konawe yang sudah lama berdiri, hingga saat ini terbilang salah satu Sekolah Menengah Atas yang banyak menelurkan anak didik dan Guru yang berprestasi dibidangnya. Sungguh sangat memprihatinkan karena menurut isu yang beredar di masyarakat bukan 1 atau 2  saja yang pernah bekerja sebagai tenaga pendidik ( Guru ) di sekolah ini yang sekarang sudah menjadi pejabat tinggi di kabupaten. Contoh yang nyata adalah salah satu mantan Kepala Sekolah yang kini  sekarang sudah menduduki jabatatan sebagai Kepala dinas Pendidikan Konawe 2014  yaitu bapak H. Ridwan S.Sos.M.Si dan banyak lagi mantan tenaga pendidik yang sudah menduduki jabatan penting di Kabupaten, tapi seakan menutup mata dengan keberadaan sekolah tersebut karena minimnya sarana dan prasarana dibidang keamanan sekolah yaitu pagar sekolah yang sudah berusia 15 tahun belum pernah tersentuh atau di rehab dari Pemerintah setempat dan Instansi terkait.

 ’Pagar’’ Selain bisa memberikan rasa nyaman dan aman dalam proses belajar menagajar, pagar Sekolah juga bisa menjadi lambang atau semangat dari sekolah dalam memperkenalkan sekolah kepada masyarakat luas dalam disiplin anak didik . 

Pagar sekolah yang sudah berusia 15 Tahun hingga sampai saat ini belum pernah tersentuh oleh pemerintah setempat hal ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat, guru dan orang tua murid yang sudah menyekolahkan dan mempercayakan anaknya untuk bersekolah  guna menjamin setiap rasa aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar.  Tapi kini hal yang berbeda terjadi orang tua murid dan pihak sekolah merasa terganggu  oleh ulah orang  yang tidak bertaggung jawab yang menyulitkan pihak sekolah karena sering terjadi tindak pidana pencurian alat kendaraan motor yang di parkir di garasi sekolah. 

Pihak Sekolah dalam hal tersebut sudah beberapa kali melaporkan kejadian tindak pidana pencurian tersebut ke Pihak Kepolisian tapi kejadian yang sama masih saja terulang disebabkan tidak semua sisi sekolah yang bisa ditutupi oleh pagar alias pagar yang di gunakan adalah pagar kawat besi yang nota bene masih bisa di lalui oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang mengancam kemanan dan kenyamanan sekolah ’ Sering terjadi pencurian alat kendaraan motor siswa kami, membuat kami merasa kewalahan, karena tidak semua sisi disekolah kami di tutupi pagar, walau sebenarnya ada sebagian pagar yang ditutupi, itupun hanya pagar kawat lama, padahal pagar sekolah ini sudah 15 tahun dan sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, juga banyak sorotan dari orang tua siswa tentang keamanan sekolah karena itu kami sangat ingin adanya bantuan pagar  ‘’ Usman. S.Pd Kepala Sekolah SMU 1 Lambuya.

Sementara berdasarkan penelitian Balitbang Depdiknas yang dilakukan pada Oktober 2003 menyisir sampel dan responden pada 56 kabupaten/kota, yang mewakili wilayah Indonesia menemukan bahwa besarnya dana pendidikan di luar gaji pendidik yang semestinya disediakan oleh pemerintah sebesar 20 % dari APBN baru terpenuhi 6,4 %. Dana yang tersedia ini jauh di bawah kebutuhan minimal. Akibatnya, ketersediaan, ketercukupan, dan kondisi gedung, fasilitas, peralatan, perlengkapan, bahan belajar-mengajar, kesejahteraan pendidik berada di bawah standar dimana Anggaran fungsi pendidikan pada tahun 2014 sebanyak Rp 371,2 triliun. Alokasi anggaran ini naik 7,5 persen jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan tahun lalu sebanyak Rp. 345,3 triliun.

‘’ Semua akan kita programkan tapi intinya dengan skala prioritas dan untuk di tahun 2014 untuk sekolah yang berada di poros dan di pingggir jalan semuanya harus di perbaiki ‘’ H. Ridwan Kepala Dinas Pendidikan di sela-sela acara pisah sambut Kepala Sekolah SMA 1 Pondidaha ketika di Konfirmasi wartawan. Mendengarkan hal tersebut terkait persoalan pagar yang di keluhkan oleh masyarakat dan orang tua siswa SMU 1 Lambuya, Kepala Dinas Pendidikan akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam membangun sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Konawe dalam memenuhi standar sarana dan prasarana seperti yang dikehendaki Permendiknas No 40 tentang Standar Sarana dan Prasarana SMK/MAK, serta berdasarkan masalah atau problematik yang berkaitan dengan fasilitas dalam rangka peningkatan mutu pendidikan ? (Sandy Prasetyo)

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Sultra Ekspress. All Rights Reserved. Powered by Sandy Prasetyo
Template by Creating Website and CB Blogger