Konawe, Sultra Ekspress
Program bantuan rumah layak huni
oleh pemerintah pusat dalam rangka
mewujudkan hunian yang layak,kini telah dirasakan oleh banyak orang.Namun
dengan bantuan rumah ALADIN ini tidak sedikit pula dimanfaatkan oleh oknum yang
tidak bertanggungjawab dengan cara memanipulasi data demi mendapatkan sejumlah
uang.
Seperti yang terjadi di Kelurahan
Lambuya,Kecamatan Lambuya Kabupaten Konawe, Sultra. Sejumlah warga yang
memiliki rumah tidak layak huni harus menerima kenyataan tidak diberi bantuan
tersebut. Malahan bantuan itu turun kepada warga yang tidak memiliki rumah dan
juga kepada warga yang memiliki rumah layak huni alias permanen.
Berdasarkan hasil investigasi
wartawan,didapatkan fakta bahwa sebagian warga menerima bantuan itu dengan cara
memanipulasi data dengan cara memotret rumah tidak layak huni di tempat lain
lalu dilampirkan sebagai usulan guna mendapatkan bantuan tersebut.
Kepala kelurahan Lambuya,Nasrun,saat
ditemui oleh wartawan membenarkan tentang adanya manipulasi data yang
dilakuukan oleh warganya.Namun Nasrun tetap saja mengusulkan data tersebut.”Memang
ada warga yang tidak punya rumah yang dapat bantuan dan ada juga beberapa warga
yang sangat layak dapat bantuan tersebut tapi tidak kebagian,” katanya.
Menurutnya,manipulasi data itu
terjadi atas petunjuk orang (Sirajuddin
& Wiwin-red) yang datang mengambil dokumentasi pada saat proses verifikasi data ,tahun 2012
lalu.
Terkait dengan pengurusan bantuan
rumah ALADIN ini ,Lurah Lambunya mengaku mengeluarkan dana hingga puluhan juta
rupiah baru bantuan tersebut bisa cair pada tahun 2014 ini.
Kini bantuan tahap pertama sudah
diterima oleh warga Lambuya,namun bagi yang tidak punya rumah dan yang punya
rumah permanen tapi mendapatkan bantuan dipertanyakan kemana dana tersebut dialokasikan.(Red*)