Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » , » Bangunan Pagar SMU 1 Amonggedo Tidak Dipondasi?

Bangunan Pagar SMU 1 Amonggedo Tidak Dipondasi?

Posted by Sultra Ekspress on Minggu, 07 September 2014

 Konawe Sultra ekspress

Proyek pembangunan pagar sekolah yang dialokasikan oleh Dinas Pendidikan Nasional Konawe di Kecamatan Amonggedo, tepatnya di SMU 1 Amonggedo terkesan asal jadi bahkan kini menuai banyak pertanyaan di masyarakat setempat. Pasalnya, pembangunan pagar sekolah tersebut diduga kuat tidak dipondasi. Proyek pagar ini dibangun menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe yang kini pembangunannya sudah mencapai 100%  alias rampung.
Salah satu tokoh masyarakat yang turut prihatin karena bangunan pagar tersebut tidak berpondasi  mengatakan, ‘’Pagar SMU 1 itu tidak berpondasi dan tidak mempunyai cakar ayam, padahal pekerjaan proyeknya sudah mencapai 100%  sesuai yang saya dengar dari informasi  masyarakat. Seperti yang saya lihat di sekitar pagar, tidak ada gemburan tanah di sampingnya, dan tidak ada bekas galian. Tentunya hal itu sangat berbahaya bagi anak – anak yang bermain di sekitar pagar tersebut karena nantinya pagar itu bisa saja roboh,” kata Umrah (Toko Masyarakat).

Hal tersebut juga di ungkapkan Kepala sekolah SMU 1 Amonggedo, Drs. Tanggapili, ketika di konfirmasi oleh KabarOne. Angga mengatakan ‘’Pernah kami mencoba memberikan masukan dan teguran bahkan sempat saya tanya tentang gambarnya tapi kata pengawasnya tidak ada, gambarnya ada sama PPK‘’, katanya. Menurut Kasek, pihak sekolah sebenarnya tidak mau mencampuri hal itu tapi karena merupakan tanggung jawab moral sehingga dirinya mencoba berkomunikasi dengan pihak pelaksana proyek tersebut.

“Kami dari pihak  sekolah tidak ada urusan untuk mau terlalu jauh ikut campur masalah bangunan pagar itu, tapi secara moral saya tidak bisa juga kalau tidak menegur, kalau seperti yang saya lihat biasanya kalau ada bekas galian pasti ada tanah yang gembur di sekitaran bangunan pagar, tapi itu tidak ada dan menurut laporan guru yang ada pada saat itu, tidak pernah di gali dan tanahnya hanya di keruk – keruk pakai sekop,untuk masalah anggaran saya tidak tahu menahu karena kepala proyeknya tidak pernah ada koordinasi sebelum membangun pagar tersebut, ‘’ kata Drs. Tanggapili.

Menurutnya, SMU 1 Amonggedo sudah sempat di kunjungi oleh kepala Dinas Pendidikan beserta beberapa staffnya dan juga di kunjungi langsung oleh PPK DID, untuk mengklarifikasi bangunan yang bermasalah tersebut. Ironisnya pembangunan pagar yang bernilai ratusan juta rupiah itu sarat dengan permasalahan dan di duga kuat bangunan tersebut melanggar juknis, bukannya diperbaiki namun pihak pelaksana hanya menambahkan 8 meter pagar itu ke samping, seolah – olah itu bisa menutupi kesalahan pembangunan dan anggaran yang di duga kuat di korupsi tersebut tertutupi.
Sementara yang dibutuhkan bukan  penambahan panjang pagar tetapi mutu bangunan tersebut guna menahan bobot bangunan karena proyek pagar itu  di bangun di tanah yang rawan longsor.
Untuk mendapatkan informasi tentang siapa pengelolah proyek SMU 1 Amonggedo dan siapa yang bertanggung jawab dalam bangunan yang berasal dari Dana InsntIf Daerah itu , media ini mencoba menemui Pelaksana Pengelolah Kegiatan di kantor Dinas Pendidikan Konawe dengan tujuan melakukan klarifikasi. Namun PPK tidak bisa di temui dan tidak pernah berada di tempat saat media ini menyambangi kantornya. Menurut informasi salah satu pegawai negeri yang ada di dinas yang juga tidak mau di sebut namanya mengatakan ,‘’Pak Robin ( PPK) itu orang lapangan, jadi jarang berkantor, apa lagi dia sekarang menjadi PPK otomatis jarang di kantor '' Katanya

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Sultra Ekspress. All Rights Reserved. Powered by Sandy Prasetyo
Template by Creating Website and CB Blogger